Jumat, 05 Juli 2013

CERITA HIDUP SAYA



Saya seorang mahasiswa UNJA jurusan pendidikan fisika yang  duduk di semester tiga bangku perkuliahan, dimana saya sering di sapa dengan nama “SABAR”. Saya merupakan anak kedelapan dari delapan bersaudara. Saya adalah tipe orang yang periang dan suka dengan humoris.
Sesungguhnya cita-cita saya adalah ingin menjadi anggota polisi republik Indonesia bukanlah seorang pendidik. Tapi kita mengetahui system penerimaan polisi masih di penuhi dengan KKN. Sehingga saya mengurungkan niat saya. Selain itu juga saya berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga menuntut saya berkuliah sesuai dengan kantong keluarga. Alasan saya memilih Fakultas KIP (keguruan dan Ilmu Pendidikan)  karena saya mendapat dukungan atau support dari seorang guru saya, yaitu bapak Sofyan guru SMA N 2 Kota Jambi. Dia merupakan guru berprestasi di kota jambi. Beliau banyak memberi nasehat kepada saya tentang arti kehidupan. Dari situ saya menjadi termotivasi untuk masuk fakultas keguruan. Beliau sekarang melanjutkan S3 di UNJ. Saya sangat ingin seperti beliau yang mempunyai wawasan luas dan dapat sebarkan kepada anak didiknya. Saya pun berfikir bahwa seorang guru merupakan profesi yang mulia. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Menjadi guru bukanlah hal gampang dan mudah. Untuk itu saya semakin tertarik untuk  menjadi seorang guru atau tenaga pendidik yang professional.
Selanjutnya setelah saya menyelesaikan studi saya di fakultas KIP. Saya akan melanjutkan studi / kuliah di luar negeri. Saya akan mencari dan mendapatkan  beasiswa ke luar negeri untuk melanjutkan studi saya yaitu pendidikan fisika. Dengan keteguhan hati saya, saya akan bersungguh-sunguh belajar demi diri saya dan orang-orang tercinta di sekitar saya. Sesuai ungkapan guru inspirasi saya “Man Jadda Wa Jadda”. Yang paling menginspirasi saya adalah orang tua saya. Saya ingin membuat bangga orang tua saya dan Saya ingin membuktikan bahwa anak mu ini bisa jadi orang yang berguna, oh ayah da ibu. Karena orang tua saya selalu bekerja demi saya, jadi saya harus buktikan kepada mereka, apa yang mereka lakukan buat saya tidak akan sia-sia. Saya akan buktikan itu!!.

Untuk saat ini langkah dan kegiatan yang saya lakukan demi  rencana 5 tahun kedepan adalah saya mengikuti pelatihan TOEFL dan Bahasa inggris selanjutnya Pelatihan ICT. Dan tidak lupa pula,  saya selalu berdoa dan belajar keras semoga rencana kedepannya dapat berjalan sukses. Kita mengetahui bahwa Manusia Hanya Bisa Berencana Dan Tuhan Yang Menentukan. 
Kontribusi yang dapat saya sumbangkan kepada bangsa khususnya daerah asal saya adalah saya akan mengikuti lomba-lomba karya tulis baik nasional maupun Internasional dimana akan membawa harum nama daerah saya menjadi tempat objek penulisan ilmiah saya. Kemudian kegiatan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Tidak hanya itu saja banyak kegiatan mahasiswa yang dapat mengharumkan nama daerah. Saya akan mengikuti kegiatan tersebut seperti pertukaran mahasiswa, BEM dan lain sebagainya. Pada hakekatnya saya akan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas intelektual  beriman kompetitif  mandiri dan mempunyai rasa cinta akan tanah air.
Semoga dengan adanya BEASISWA dapat membantu saya dalam mencapai cita-cita dan Impian saya dan meringankan beban orang tua saya.

Rabu, 28 Maret 2012

GRAVITASI BUMI MAKIN LEMAH

oleh Blog Fisika Dasar pada 25 Juli 2011 pukul 9:55 ·
PERCAYA atau tidak, setiap tahun tubuh kita - kecuali yang bertambah gemuk - dijamin akan lebih ringan sekitar kurang lebih 794 per sejuta gram dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dulu, pada tahun 1665 apel Newton perlu waktu satu detik untuk jatuh menyentuh tanah. Bila hal itu dilakukan sekarang, dipastikan butuh waktu lebih lama kira-kira 20 per semiliar detik. Seiring dengan berjalannya waktu jarak antara tempat kita dan kediaman teman kita yang berada disisi balik bumi akan semakin jauh dengan pertambahan kurang lebih seperlima puluh inci atau 0,5 mm.

Diduga kuat fenomena-fenomena perubahan yang berdimensi amat kecil setiap kasus itu saling berhubungan. Kisah keterkaitan berbagai aspek alam tersebut dimulai tahun 1930 ketika para astronom memeriksa kembali sejumlah pengamatan yang dilakukan beberapa abad lalu. Mereka sungguh terkejut ketika mengetahui bahwa waktu telah mengalami "pertumbuhan" konstan sehingga satu hari menjadi lebih lama. Dalam seabad panjang waktu dalam sehari bertambah sekitar seperlima detik.


Pendapat tersebut dikuatkan oleh para palaentolog, peneliti kehidupan fosil. Menurut mereka berdasarkan pola tumbuh koral sekitar 400 juta tahun lalu, satu tahun pada saat itu terdiri atas 400 hari, bukan 365 hari seperti sekarang. kesimpulannya, saat itu bumi berputar pada porosnya dengan lebih cepat, sehingga satu hari menjadi lebih singkat.
Melihat fenomena ini, para ahli matematika mempertimbangkan adanya pengaruh faktor tarikan gravitasi bulan terhadap bumi sehingga memperlambat rotasi bumi. Sayangnya, hasil kalkulasi mereka belum memuaskan.

Untunglah ada fisikawan Inggris Paul Dirac, yang pada tahun 1938 menyimpulkan, semakin tua bumi semakin lemah pula kekuatan gravitasinya. Namun, pengamatan Dirac tak terlalu diacuhkan orang sampai tahun 1970 ketika ditemukan segunung bukti bahwa ukuran mula-mula bumi hanyalah 80% dari ukurannya sekarang. Kesimpulan yang sulit dielakkan karena gravitasi adalah kekuatan yang menyatukan bumi, melemahnya kekuatan tersebut membuat bumi membesar dengan rotasi yang juga melambat.

Lalu orang pun mulai berteori bahwa dulu benua-benua yang ada sekarang sesungguhnya menyatu menutupi seluruh permukaan bola dunia dan berada dibawah permukaan air. Karena bola dunia membesar, permukaannya retak dan potongan-potongannya saling terpisah. Air mengisi celah-celah, membentuk lautan-lautan.

Ketika dilakukan kalkulasi yang sama terhadap seluruh alam semesta, ternyata tingkat kecepatan mengembangnya bumi mendekati angka perkiraan berdasarkan pengamatan. Berdasarkan perhitungan terhadap sistem tata surya pada periode satu miliar tahun pertama, saat tersusunnya awal kehidupan, temperatur bumi mencapai 100 derajat celcius. Terlalu tinggi untuk menyokong kehidupan !

Namun, astronom Inggris Sir Fred Hoyle mampu menjelaskan dalam masa satu miliar satu tahun pertama tersebut yang ada baru bentuk kehidupan yang menyerupai bakteri modern, di antaranya ada yang dapat berkembang biak pada suhu  100 derajat celcius. Pada miliar tahun berikutnya, temperatur bumi sudah turun. Saat itu muncul ganggang hijau-biru yang dapat mentoleransi temperatur setinggi 71 derajat celcius; sedangkan pada miliar tahun selanjutnya mulai lahir jamur dan jenis-jenis ganggang lain yang dapat bertahan pada temperatur 60 derajat celcius. Pada miliar tahun terakhir dengan suhu bumi yang kurang dari 49 derajat celcius terbentuklah binatang dan tanaman multi sel yang tumbuh dengan subur pada temperatur rendah.

Source : Majalah Intisari, No.402 - Januari 1997

Selasa, 20 Maret 2012

SOAL-SOAL DINAMIKA PARTIKE;


  1. “ Jika Resultan Gaya Yang Bekerja Pada Suatu Benda Sama Dengan Nol Maka Benda Itu Akan Diam Atau Bergerak Lurus Atau Beraturan”.  Pernyataan Diatas Merupakan Pernyataan Hukum Newton Ke Berapa……


  1. “ Percepatan Yang Dialami Sebuah Benda Sebanding Dengan Jumlah Gaya Yang Bekerja Pada Benda Itu, Dan Berbanding Terbalik Dengan Massanya.” Pernyataan Diatas Merupakan Hokum Newton Ke………….


  1. “ Jika Gaya Yang Diberikan Pada Suatu Benda (Aksi) Maka Benda Yang Dikenai Gaya Tersebut Akan Memberikan Reaksi Yang Besarnya Sama Dengan Gaya Aksi, Tetapi Arahnya Berlawanan. Pernyataan Tersebut Merupakan Bunyi Hokum Newton Ke …..


  1. Apabila Ada Sebuah Benda, Ada Gaya Yang Tegak Lurus Dengan Permukaan Bidang Tersebut, Maka gaya tesebut dinamakan………


  1. Gaya Gesekan Yang Cenderung Membuat Benda Tersebut Diam Atau Benda Tepat Akan Bergerak Merupakan Gaya Gesek……..


  1. Gaya Gesekan Yang Cenderung Membuat Benda Bergerak, Merupakan Gaya Gesekan……….


  1. Rumus Dari Gaya Sentripetal Adalah……….


  1. “ Gaya Yang Bekerja Pada Benda Yang Bergerak Melingkar Beraturan Dengan Arah Menuju Pusat Lingkaran, Disebut Dengan Gaya............


  1. Untuk Dinamika Rotasi, Persamaan Atau Rumus Hukum Newton Ke 2 Dalam Bentuk Rotasi Adalah........


  1. Dalam Dinamika Rotasi, Persamaan Energi Kinetik Rotasi Adalah..........




  1. Sebuah Gaya 40 N Di Kerjakan Pada Sebuah Balok Yang Diam Di Atas Permukaan Horizontal Licin ( Massa Balok ; 20 Kg). Carilah Percepatan Balok Tersebut ?

  1. Sebuah Gaya 100 N Di Kerjakan Pada Sebuah Balok Yang Diam Di Atas Permukaan Horizontal Licin ( Massa Balok ; 20 Kg). Carilah Percepatan Balok Tersebut ?


  1. Sebuah Gaya 120 N Di Kerjakan Pada Sebuah Balok Yang Diam Di Atas Permukaan Horizontal Licin ( Massa Balok ; 20 Kg). Carilah Percepatan Balok Tersebut ?


  1. Sebuah Gaya 200 N Di Kerjakan Pada Sebuah Balok Yang Diam Di Atas Permukaan Horizontal Licin ( Massa Balok ; 20 Kg). Carilah Percepatan Balok Tersebut ?


  1. Sebuah Gaya 160 N Di Kerjakan Pada Sebuah Balok Yang Diam Di Atas Permukaan Horizontal Licin ( Massa Balok ; 20 Kg). Carilah Percepatan Balok Tersebut ?


  1. Sebuah Balok Bermassa 20 Kg Di Tempatkan Pada Sebuah Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30 Derajat  Terhadap Horizontal (Tidak Ada Gaya Luar Yang Bekerja Pada Balok) Berapakah Percepatan Balok Tersebut? Gunakan g ; 10 m/s.


  1. Sebuah Balok Bermassa 40 Kg Di Tempatkan Pada Sebuah Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30 Derajat  Terhadap Horizontal (Tidak Ada Gaya Luar Yang Bekerja Pada Balok) Berapakah Percepatan Balok Tersebut? Gunakan g ; 10 m/s.


  1. Sebuah Balok Bermassa 60 Kg Di Tempatkan Pada Sebuah Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30 Derajat  Terhadap Horizontal (Tidak Ada Gaya Luar Yang Bekerja Pada Balok) Berapakah Percepatan Balok Tersebut? Gunakan g ; 10 m/s.


  1. Sebuah Balok Bermassa 80 Kg Di Tempatkan Pada Sebuah Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30 Derajat  Terhadap Horizontal (Tidak Ada Gaya Luar Yang Bekerja Pada Balok) Berapakah Percepatan Balok Tersebut? Gunakan g ; 10 m/s.



  1. Sebuah Balok Bermassa 100 Kg Di Tempatkan Pada Sebuah Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30 Derajat  Terhadap Horizontal (Tidak Ada Gaya Luar Yang Bekerja Pada Balok) Berapakah Percepatan Balok Tersebut? Gunakan g ; 10 m/s.


  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Balok Bermassa 20 kg Sehingga Balok Tersebut Mendapatkan Percepatan Sebesar  3 M/S2. Berapakah Percepatan Yang Dihasilkan Oleh Gaya Yang Sama Pada Benda Bermassa 4 Kg?

  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Balok Bermassa 10 Kg Sehingga Balok Tersebut Mendapatkan Percepatan Sebesar  40 M/S2. Berapakah Percepatan Yang Dihasilkan Oleh Gaya Yang Sama Pada Benda Bermassa 20 Kg?

  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Balok Bermassa 100 Kg Sehingga Balok Tersebut Mendapatkan Percepatan Sebesar  20 M/S2. Berapakah Percepatan Yang Dihasilkan Oleh Gaya Yang Sama Pada Benda Bermassa 20 Kg?

  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Balok Bermassa 10 Kg Sehingga Balok Tersebut Mendapatkan Percepatan Sebesar   100 M/S2. Berapakah Percepatan Yang Dihasilkan Oleh Gaya Yang Sama Pada Benda Bermassa 25 Kg?

  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Balok Bermassa 120 Kg Sehingga Balok Tersebut Mendapatkan Percepatan Sebesar  3 M/S2. Berapakah Percepatan Yang Dihasilkan Oleh Gaya Yang Sama Pada Benda Bermassa 10 Kg?

  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,4 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,3. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 50N Mendatar dan gaya gravitasi 10 m/s, hitunglah percepatan benda tersebut?

  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,3 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,2. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 50N Mendatar, hitunglah percepatan benda tersebut?

  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,4 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,3. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 80N Mendatar, hitunglah percepatan benda tersebut?

  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,4 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,3. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 60N Mendatar, hitunglah percepatan benda tersebut?

  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,4 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,5. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 120N Mendatar, hitunglah percepatan benda tersebut?

  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 4 Kg Dan 6 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan dan gravitasi 10 m/s. Hitunglah Percepatan Sistem Tersebut?

  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 10 Kg Dan 30 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan dan gravitasi 10 m/s. Hitunglah Percepatan Sistem Tersebut?

  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 4 Kg Dan 16 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan dan gravitasi 10 m/s. Hitunglah Percepatan Sistem Tersebut?

  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 20 Kg Dan 30 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan dan gravitasi 10 m/s. Hitunglah Percepatan Sistem Tersebut?

  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 15 Kg Dan 35 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan dan gravitasi 10 m/s. Hitunglah Percepatan Sistem Tersebut?

  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Benda Selama 10 Second?


  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Yang Di Tempuh Benda Selama 6 Second?


  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Benda Selama 8 Second?


  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Benda Selama 30 Second?


  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Benda Selama 20 Second?


  1. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 30 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 30 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?
  2. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 30 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 36 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?


  1. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 30 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 48 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?


  1. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 35 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 30 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?


  1. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 50 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 30 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?


  1. Benda Bermassa 5 Kg Yang Mula-Mula Diam Dipercepat Oleh Suatu Gaya Tetap 10 N. Setelah Menempuh Jarak 9 M. Kelajuan Benda Tersebut Adalah......m/s


  1. Benda Bermassa  4 Kg Yang Mula-Mula Diam Dipercepat Oleh Suatu Gaya Tetap 10 N. Setelah Menempuh Jarak 5 M. Kelajuan Benda Tersebut Adalah......m/s


  1. Benda Bermassa 5 Kg Yang Mula-Mula Diam Dipercepat Oleh Suatu Gaya Tetap 10 N. Setelah Menempuh Jarak 8 M. Kelajuan Benda Tersebut Adalah......m/s


  1. Benda Bermassa 5 Kg Yang Mula-Mula Diam Dipercepat Oleh Suatu Gaya Tetap 20 N. Setelah Menempuh Jarak 9 M. Kelajuan Benda Tersebut Adalah......m/s


  1. Benda Bermassa 5 Kg Yang Mula-Mula Diam Dipercepat Oleh Suatu Gaya Tetap 50 N. Setelah Menempuh Jarak 9 M. Kelajuan Benda Tersebut Adalah......m/s







  1. Sebuah Benda Berada Diatas Bidang Datar Kasar Dengan Koefisien Gesekan Statis 0,4 Dan Koefisien Gesekan Kinetik 0,3. Jika Massa Benda 10 Kg Ditarik Dengan Gaya 50N Mendatar, Jika Mula-Mula Diam, Setelah 5 Detik Gaya 50 Newton, Dihilangkan, Hitunglah Jarak  Yang Ditempuh Benda Mulai Bergerak Hingga Berhenti?
  2.  


  1. Sebuah Benda Massa 10 Kg Berada Pada Bidang Datar Yang Licin Dan Dikerjakan Gaya Tetap 50 N. Tentukan Kecepatan Dan Jarak Yang Di Tempuh Benda Selama 6 Second?

  1. Sebuah Benda Yang Massanya 1 Kg Bergerak Dengan Kecepatan 20 M/S, Kemdian Diberikan Gaya Tetap 4 N Searah Dengan Gaya Benda Tersebut. Kecepatan Benda Setelah 10 Sekon Adalah…….

  1. Sebuah Benda Berada Di Bidang Miring Kasar Dengan Sudut 37 Derajat Dan Koefisien Gesekan Kinetiknya 0,2. Jika Massa Benda 5 Kg, Ditarik Dengan Gaya 10 Newton. Tentukan Arah Gerak Benda, Tentukan Jarak Yang Ditempuhnya Selama 5 Detik Jika Mula-Mula Dalam Keadaan Diam?(Sin 37: 0,6 Dan Cos 37 ; 0,8)


  1. Sebuah Benda Mendapat Gaya Sebesar 30 Newton, Sehingga Dalam Waktu 6 Detik Kecepatannya Menjadi 30 M/S Dari Keadaan Diam. Berapakah Berat Benda Jika g : 10 m/s2?

  1. Kendaraan Yang Massanya 1000 Kg Bergerak Dari Kecepatan 10 M/S Menjadi 20 M/S Selama 5 Detik. Berpakah Gaya Yang Bekerja Pada Benda Tersebut?



  1. Seutas Tali Dipasang Pada Katrol Dan Ujung-Ujung Tali Diberi Beban 4 Kg Dan 6 Kg. Jika Gesekan Tali Dengan Katrol Diabaikan. Hitunglah Tegangan Tali Tersebut?

  1. Dalam Sebuah Lift Ditempatkan Sebuah Timbangan Badan. Saat Lift Dalam Keadaan Diam Seseorang Menimbang Badannya, Didapatkan Bahwa Berat Orang Tersebut 500 Newton. Jika Lift Bergerak Ke Atas Dengan Percepatan 5 M/S2, Maka Skala Timbangan Akan Menunjukkan Angka........N 750

  1. Lima Buah Benda (Sebutlah Balok) Masing-Masing Bermassa 2 Kg, 3 Kg, 4 Kg, 5 Kg Dan, 6 Kg. Dihubungkan Dengan Tali-Tali Tanpa Massa (Halus). Lalu Di Tarik Mendatar Diatas Lantai Dengan Gaya Sebesar 40 Newton Seperti Gambar Di Bawah Ini. Koefisien Gesek Antara Masing-Masing Benda Di Lantai 0,1. Percepatan Gravitasi 10 M/S2. Besar Tegangan Tali Penghubung Benda 3 Kg Dan 2 Kg Adalah.....



 






  1.  Balok A Bermassa ; 1 Kg Dan Balok B Bermassa ; 2 Kg Disusun Seperti Gambar Di Bawah Ini, (G= 10 M/S2). Bila Koefisien Gesekan Lantai = 2 Kali Koefisien Gesekan Balok B, Balok Sesaat Balok A Bergerak Dengan Percepatan Tertentu. Maka Perbandingan Gaya Gesekan Antara Balok A Dan Lantai Dengan Balok A Dan B Adalah.......


 











  1. Dua Buah Benda A Dan B Diikatkan Pada Ujung-Ujung Tali Yang Disangkutkan Pada Katrol, Seperti Gambar. Massa Kedua Benda Masing-Masing Ma= 8 Kg Dan Mb 2 Kg ( G ; 10 M/S2 ). Sudut Kemiringan Bidang Terhadap Horizontal 30 Derajat. Jika Bidang Miring Licin Sempurna, Tentukan Percepatan Dan Tegangan Tali?









  1. Sebuah Balok Bermassa 10 Kg Meluncur Pada Bidang Miring Licin Seperti Gambar Dengan Sudut Kemiringan 30 Derajat, Jika G= 10 M/S2 Maka Gaya Normal Benda Pada Bidang Miring Adalah ........





  1. Mobil 700 Kg Mogok Di Jalan Yang Mendatar. Kabel Horizontal Mobil Derek Yang Di Pakai Untuk Menggereknya Akan Putus Jika Tegangan Di Dalamnya Melebihi 1400 N. Percepatan Maksimum Yang Dapat Diterima Mobil Mogok Itu Dari Mobil Derek Adalah.........


  1. Benda Dengan Massa 50 Kg Bergerak Dengan Kecepatan 4m/S.Besar Gaya Perlawanan Yang Diperlukan Agar Benda Terssebut Tepat Berhenti 10 M Dari Tempat Semula Gaya Mulai Beraksi Adalah.........


  1. Sebuah Bola Sepak Yang Massanya 0,5 Kg Bergerak Dengan Kelajuan 2 M/S. Pemain Sepak Bola Menendang Searah Dengan Gerakan Bola Dengan Gaya 50 Newton. Menempuh Jarak Berapakah Sentuhan Kaki Pemain  Agar Kelajuan Bola Menjadi 4 M/S?


  1. Seseorang Dengan Massa 60 Kg Berada Dalam Elevator Yang Sedang Bergerak Ke Bawah Dengan Percepatan 3 M/S2 . Jika Percepatan Gravitasi Bumi 10 M/S2, Gaya Desakan Kaki  Pada Lantai Elevator Adalah............



  1. Balok A Bermassa 3 Kg Dan Balok B Bermassa 2 Kg Diikat Pada Katrol Balok A Menyentuh Permukaan Sedangkan Balok B Digantungkan Jatuh Kearah Lantai. Balok B Mula-Mula Diam, Lalu Bergerak Kebawah Sehingga Menyentuh Lantai. Selang Waktu Yang Diperlukan Untuk Bergerak Menyentuh Lantai Adalah Jika Jarak  Balok B Dari Lantai 32 M Dan G = 10 M/S2?


  1. Dua Buah Balok Dihubungkan Dengan Tali Dan Digantungkan Pada Katrol Licin. Katrol Diaanggap Tidak Bermassa Dan Liicin, Percepatan Gravitasi 10 M/S2. Bila Massa Balok A = 1 Kg Dan Balok B= 4 Kg, Hitunglah Percepatan Balok Tersebut?


  1. Sebuah Benda Dengan Massa 100 Kg Ditarik Dengan Tali Dan Bergerak Keatas Dengan Percepatan 2 M/S2 Maka Besar Tegangan Tali Adalah........
  2. Ketika Suatu Benda Di Beri Gaya 40 N Akan Mengalami Percepatan Sebesar 2 M/S2. Jika Benda Tersebut Di Beri Gaya 60 N, Maka Percepatan Benda Menjadi......


  1. Sebuah Balok Bermassa 800 Gram Diatas Bidang Datar Kasar Yang Memiliki Koefisien Gesekan 0,4. Bila Balok Di Dorong Oleh Gaya Konstan Mendatar 4 Newton, Maka Balok Akan Mendapat Percepatan Sebesar.....


  1. Gaya F Sebesar 12 N Bekerja Pada Sebuah Benda Yang Massa M1 Menyebabkan Percepatan Sebesar 8 M/S2. Jika F Bekerja Pada Benda Yang Massaya M2 Maka Percepatan Yang Ditimbulkan Adalah 2 M/S2. Jika F Bekerja Pada Benda Yang Massa M1+M2 Maka Percepatan Benda Ini Adalah..............


  1. Dua Buah Balok (Massa A = 45 Kg Dan Massa B = 30 Kg) Bersentuhan Diam Diatas Lantai Licin. Jika Gaya Horizontal F Sebesar 150 Newton Bekerja Pada Balok A, Percepatan Yang Timbul Pada Masing-Masing Balok Adalah..............M/S2

  1. Perhatikan Gambar Dibawah

Massa Benda Satu Dan Dua Masing-Masing 6 Kg Dan 2 Kg. Hitung Percepatan Dan Tegangan Tali Jika G = 10 M/S2      ?




  1. Suatu Massa Standard Diberi Gaya F Sehingga Bergerak Dipercepat Dengan Percepatan 2. M/S2. Hitung Massa Sebuah Benda Yang Jika Mendapat Gaya F Akan Percepatan 4 M/S2





77.  Gaya (F) Sebesar 12 N Bekerja Pada Sebuah Benda Yang Massanya M1 Menyebabkan Percepatan M1 Sebesar 8 Ms-2. Jika F Bekerja Pada Benda Yang Bermassa M2 Maka Percepatan Yang Ditimbulkannya Adalah 2 Ms-2. Jika F Bekerja Pada Benda Yang Bermassa M1 + M2, Maka Percepatan Benda Ini Adalah


78.  Mobil 700 Kg Mogok Dijalan Yang Mendatar. Kabel Horizontal Mobil Derek Yang Dipakai Untuk Mengereknya Akan Putus Jika Tegangan Didalamnya Melebihi 1400 N. Percepatan Maksimum Yang Dapat Diterima Mobil Mogok Itu Dari Mobil Derek Adalah
  1. Sebuah Benda Massa 4 Kg Bergerak Dengan Kecepatan 2 Ms-1. 6 Detik Kemudian Benda Itu Bergerak Dengan Kecepatan 5 Ms-1. Resultan Gaya Yang Dikerjakan Pada Benda Selama 6 Detik Tersebut Adalah

  1. Benda Dengan Massa 50 Kg Bergerak Dengan Kecepatan 4 M/S. Besar Gaya Perlawanan Yang Diperlukan Agar Benda Tersebut Dapat Tepat Berhenti 10 Meter Dari Tempat Semula Gaya Mulai Beraksi Adalah :

  1. Untuk Menggerakan Sebuah Balok Kayu Dengan Kecepatan Konstan Diperlukan Sebuah Gaya 10 N. Bila Gaya 30 N Diberikan, Balok Itu Bergerak Dengan Percepatan 4 Ms-2. Jika Sebuah Balok Yan Sejenis Diletakkan Diatas Balok Yang Pertama Dan Gaya 30 N Tetap Diberikan, Maka Percepatan Balok Adalah:


  1. Besar Gaya Yang Diperlukan Untuk Mendorong Sebuah Balok Kayu Seberat 150 N Sehingga Mendaki Sepanjang Bidang Miring Licin Yang Membentuk Sudut 30o Terhadap Arah Mendatar Dengan Percepatan 3,0 M/S2 Adalah

  1. Sewaktu Berada Dalam Lift Yang Diam Berat Sandi Adalah 500 N. Percepatan Gravitasi = 10 M/S2 . Sewaktu Lift Dipercepat, Berat Sandi Menjadi 750 N. Dengan Demikian Percepatan Lift Adalah

  1. Seorang Dengan Massa 60 Kg Berada Dalam Lift Yang Sedang Bergerak Ke Bawah Dengan Kecepatan 3ms-2 . Jika Percepatan Gravitasi Bumi = 10 Ms-2 , Maka Gaya Desakan Kaki Orang Pada Lantai Lift Adalah

  1. Seorang Anak Berada Di Dalam Lift Yang Bergerak Ke Atas Dengan Percepatan 4 Ms-2. Jika Massa Anak 40 Kg Dan Percepatan Gravitasinya 10 Ms-2 , Maka Gaya Normal (N) Yang Bekerja Pada Anak Tersebut Adalah :

  1. Balok I Massanya 1 Kg Dan Balok Ii Massanya 2 Kg Terletak Diatas Lantai Licin Seperti Pada Gambar. Jika Gaya F = 6 N Maka Gaya Kontak Antara Kedua Balok Adalah

  1. Sebuah Benda Bergerak Dengan Percepatan 2 M/S2, Jika Massa Benda Itu 5 Kg. Berapa Resultan Gaya Yang Bekerja Pada Benda Ini?

  1. Sebuah Gaya Bekerja Pada Sebuah Benda Bermassa M1 Sehingga Benda Tersebut Dipercepat Dengan Percepatan 2 M/S-2. Gaya Yang Sama Bekerja Pada Benda Lain Bermassa M2. Percepatan Yang Ditimbulkan Adalah 3 M/S2. Hitung Perbandingan Kedua Massa Tersebut. Jika Kedua Massa Digabung Hitung Percepatan Yang Dihasilkan Dengan Menggunakan Gaya Yang Sama !

  1. Suatu Massa Standard Diberi Gaya F Sehingga Bergerak Dipercepat Dengan Percepatan 5 M/S2. Jika Gaya Sama Diberikan Pada Benda Lain Yang Ternyata Percepatan Yang Ditimbulkan Adalah 8 M/S2. Hitung Massa Benda Ini !

  1. Suatu Balok Ditarik Dengan Gaya 5 N. Balok Berada Di Atas Lantai Licin Sekali. Hitung Percepatan Yang Dialami Benda Ini. Anggap Tali Tidak Bermassa. Massa Balok 2 Kg !

  1. Sebuah Benda Dari 3 Kg Bergerak Dari Keadaan Diam Dan Menempuh Jarak 5 M Dalam Waktu 2s Akibat Pengaruh Gaya F. Hitung F?

  1. Sebuah Peluru Massanya 5 Gram Ditembakan Dari Sebuah Senapan. Kecepatan Keluar Peluru Dari Senapan Adalah 300 M/S. Panjang Senapan 1 M. Hitung Berapa Gaya Rata-Rata Yang Dialami Peluru Ini? (Petunjuk: Gaya Rata-Rata Adalah Massa Dikalikan Dengan Percepatan. Percepatan Dicari Dengan Menganggap Bahwa Peluru Mula-Mula Diam Lalu Setelah Menempuh Jarak 1 M Kecepatannya 300 M/S).

  1. Berapa Massa Seorang Astronot Yang Beratnya Dibulan Adalah 150 N? Percepatan Akibat Gravitasi Di Bulan 1,63 M/S2.



  1.  Seorang Menarik Koper Bermassa 15 Kg Dengan Seutas Tali Sedemikian Rupa Sehingga Koper Bergerak Dengan Kelajuan Kosntan; Tali Membentuk Sudut Terhadap Bidang Horizontal. Jika Gaya Yang Dikerjakan Oleh Orang Tersebut Adalah 30 N Dan Gaya Gesek Antara Koper Dengan Bidang Horizontal 24 N Berapa Nilai Sudutnya??








Kamis, 15 Maret 2012

Kata-Kata Bijak Dan Puisi Cinta

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. (Kahlil Kibran)






Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu. (Kahlil Kibran)





Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu mampu tersenyum sambil berkata : aku turut bahagia untukmu. (Kahlil Kibran)






Tangisan bukanlah pengobat cinta, karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan, tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemuan tidak akan ada perpisahan.

Ibaratkanlah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata dilautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan. (Kahlil Kibran)





Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mencoba, jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tak dapat melupakannya. (Kahlil Kibran)





Cinta bukan mengajarkan lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajarkan kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. (Kahlil Kibran)





Siapapun pandai menghayati cinta, Tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hti dan perasaan. (Kahlil Kibran)





Cinta pertama adalah kenangan, cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan karena hidup tanpa cintabagaikan masakan tanpa garam, karena itu jagalah cinta yang di anugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim. (Kahlil Kibran)





Perasaan cinta itu dimulai dari mata, Sedangkan rasa suka dimulai dari telinga, jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matadari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah jadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama. (Kahlil Kibran)





Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. (Kahlil Kibran)





Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya, hatimu hancur berkeping. Dan hanya mendengar kata "Hai" darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut. (Kahlil Kibran)






Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, seinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa pepah lagi. (Kahlil Kibran)




Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan, bukanlah dari pemberian semata.

Cinta tak pernah meminta , ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam, tak pernah membalas dendam.
Dimana-mana ada cinta disitu ada kehidupan, manakala kebencian membawa kemusnahan. (Kahlil Kibran)


Senin, 12 Maret 2012

Optika Fisis


WARNA CAHAYA.
Cahaya terdiri dari bermacam-macam warna, hal ini dapat dibuktikan dengan piringan Newton (Newton’s Disc) yang terdiri dari 7 macam warna yaitu : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. (cara menghafal : MEJIKUHIBINIU) yang diputar dengan cepat akan tampak berwarna putih.
komponen warna pada piringan Newton.
1. Merah
2. Jingga
3. Kuning
4. Hijau
5. Biru
6. Nila
7. Ungu
komponen warna disebut sebagai spektrum warna dari sinar putih.

  1. Sinar-sinar yang dapat diuraikan atas beberapa komponen warna seperti sinar putih disebut SINAR POLIKROMATIK.
  2. Sinar-sinar yang tidak dapat diuraikan lagi atas beberapa komponen, disebut SINAR MONOKROMATIK.
  3. Dalam ruang hampa, cahaya mempunyai :
Ø Kecepatan perambatan sama.
Ø Frekuensi masing-masing warna berbeda.
Ø Panjang gelombang masing-masing warna berbeda.
  1. Rumus kecepatan perambatan cahaya (c)
c
f
clip_image005
= Kecapatan perambatan cahaya
= Frekuensi
= Panjang gelombang
c = f . clip_image005[1]
Karena harga c tetap, bila frekuensi kecil maka panjang gelombang besar atau sebaliknya.
6. Cahaya warna merah mempunyai f kecil maka clip_image005[2] besar.










 

WARNA BENDA

Warna benda tergantung dari :
  1. Warna cahaya yang jatuh pada benda.
  2. Warna-warna yang dipantulkan atau diterima benda.
Ø Benda-benda yang disinari oleh cahaya matahari atau sumber cahaya lain, akan memantulkan warna cahaya yang sesuai dengan warna benda ini, sedang warna cahaya lainnya diserap.
Contoh : Daun tumbuhan disinari sinar matahari (Cahaya Polikhromatik), maka daun akan memantulkan warna hijau sedangkan warna lain diserap.
Ø Warna benda juga tergantung dari warna cahaya yang dipantulkan atau yang diterima.
Contoh : Benda berwarna biru bila disinari lampu warna merah maka benda tampak berwarna hitam.
WARNA-WARNA KOMPLEMENTER DAN WARNA PRIMER.
Warna komplementer adalah : Pasangan warna yang jika digabungkan menghasilkan cahaya putih.
Contoh : Warna pada Newton’s Disc (Piringan Newton).
Kuning (merah + hijau) + biru = putih
Cyan (hijau + biru) + merah = putih
Magenta (merah + biru) + hijau = putih.
Warna sekunder : Pasangan warna yang jika digabungkan menghasilkan warna lain (bukan putih).
Contoh : warna kuning = merah + hijau
warna Cyan = hijau + biru
warna Magenta = merah + biru.
Warna primer : Adalah warna yang tidak dapat dibuat dengan menggabungkan warna lain.
Yang termasuk warna primer : merah, hijau dan biru.
Ketiga warna tersebut dapat digabung untuk membuat semua warna.
Jika ketiganya digabung akan membentuk warna putih.
ABERASI PADA CERMIN DAN LENSA.
Sinar-sinar yang membuat sudut terkecil dengan sumbu utama disebut sinar paraxial. Namun pada umumnya, sinar-sinar itu tidak seperti pendekatan (definisi) di atas biasa disebut sinar non paraxial.
Sinar-sinar non paraxial tersebut, setelah dibiaskan oleh lensa, tidak berpotongan pada satu titik. Akibatnya, bayangan yang dibentuk tidak hanya sebuah.
Tidak hanya sinar non paraxial saja yang menyebabkan bayangan yang dibentuk tidak hanya sebuah, tetapi juga karena jarak titik api lensa tergantung pada index bias lensa, sedang index bias tersebut berbeda-beda untuk panjang gelombang yang berbeda. Sehingga jika sinar tidak monokhromatik (Polikhromatik), lensa akan membentuk sejumlah bayangan yang berbeda-beda posisinya dan juga ukurannya, meskipun sinarnya itu paraxial.
Adanya kenyataan bahwa bayangan yang dibentuk tidak sesuai dengan perkiraan yang didasarkan pada persamaan sederhana (Gauss) disebut ABERASI.
1. Aberasi Sferis.
Adalah kelainan-kelainan pada bayangan yang dibentuk karena pemantulan atau pembiasan oleh permukaan sferis. Hal ini tidak disebabkan karena adanya kesalahan konstruksi daripada lensa atau cermin (misalnya, kesalahan pada pembuatan permukaan sferis), tetapi kelainan-kelainan itu semata-mata merupakan konsekwensi dari pengetrapan hukum pemantulan atau pembiasan pada permukaan sferis.
a. Aberasi Sferis pada Cermin.
clip_image030Sinar-sinar pantul saling berpotongan membentuk bidang lengkung yang meruncing dengan titik puncaknya di titik api f cermin, bidang lengkung ini disebut bidang kaustik.
b. Aberasi Sferis pada Lensa.
clip_image032
Sinar-sinar paraxial membentuk bayangan dari P (terletak pada sumbu utama) di P9. Sedang sinar-sinar yang dekat tepi lensa membentuk bayangan di P0. Sinar-sinar yang ditengah lensa akan membentuk bayangan antara P9dan P0.
Jika sebuah layar ditempatkan tegak lurus sumbu utama, akan terlihat bayangan yang berbentuk lingkaran pada layar itu.
Lingkaran terkecil bila layar pada “c c” (Circle of least confusion) dan pada tempat inilah diperoleh bayangan terbaik.
Jenis aberasi ini dapat dihilangkan dengan memasang diaphragma.
2 Aberasi Koma.
Aberasi ini sama halnya dengan aberasi sferis. Hanya saja, kalau aberasi sferis untuk benda-benda yang terletak pada sumbu utama, sedang aberasi koma untuk benda-benda yang tidak terletak pada sumbu utama. Sehingga, kalau pada aberasi sferis bayangan berbentuk pada layar merupakan lingkaran, tetapi pada aberasi koma, bentuk bayangan pada layar berbentuk “koma” dan sebab itu disebut ABERASI KOMA.
3 Aberasi Distorsi.
Aberasi ini justru terjadi pada lensa tunggal berdiafragma.
Ada dua macam distorsi :
a. Distorsi bantal jarum (Pinchusion), dengan pembesaran seperti gambar dibawah ini.
Distorsi ini terjadi bila diaphragma terletak di belakang lensa.
b. Distorsi tong Anggur (barrel), dengan kelainan perbesaran bayangan seperti gambar dibawah ini.
clip_image034
Distorsi ini terjadi bila bayangan diletakkan di depan lensa. Distorsi ini dihilangkan dengan meletakkan diaphragma ditengah-tengah di antara dua lensa tersebut.
2 Aberasi Khromatik.
Adalah : Pembiasan cahaya yang berbeda panjang gelombang pada titik fokus yang berbeda.
Cahaya polykhromatik sejajar sumbu utama yang datang pada sebuah lensa akan diuraikan menjadi berbagai warna. Tiap warna cahaya memotong sumbu utama pada titik-titik yang berlainan.
Hal ini disebabkan tiap-tiap warna mempunyai fokus sendiri-sendiri. Titik fokus warna merah (fm) paling jauh dari lensa sedangkan titik fokus untuk cahaya ungu (fu) paling dekat ke lensa.
G a m b a r .
clip_image036
CATATAN TAMBAHAN.
1. Pelangi adalah spektrum sinar matahari yang diuraikan oleh butir-butir air hujan dan peristiwanya disebut “DISPERSI”.
Pelangi hanya kita lihat jika kita membelakangi matahari dan jauh didepan kita terjadi hujan.
2. Garis-garis Fraunhofer adalah garis-garis hitam pada spektrum matahari.
3. Hukum Kirchoff untuk cahaya.
Bila cahaya melalui gas/uap, maka gas atau uap tersebut akan menyerap warna cahaya yang tetap sama dengan warna cahaya yang akan dipancarkan bila gas/uap itu berpijar. Benda-benda yang berpijar akan menghasilkan spektrum yang kontinyu.
4. Warna adisi adalah warna cahaya yang dipantulkan oleh suatu benda yang disinari oleh dua atau lebih warna dasar.
5. Penentuan gerak bintang berdasarkan perubahan warna.
Bintang yang sedang menjauhi bumi memberikan garis-garis yang bergeser ke arah warna merah, sedang yang mendekati bumi spektrumnya bergeser kearah warna ungu (Azaz Doppler).
6. Fluoresensi : Adalah gejala di mana suatu zat bila disinari oleh cahaya akan terjadi perpendaran dan pendaran tersebut akan hilang setelah penyinaran atas dirinya dihentikan.
7. Fosforesensi adalah : Peristiwa dimana suatu zat akan memancarkan sinar setelah penyinaran atas dirinya dihentikan.
Kunang-kunang, perpendaran air laut, fosfor akan mengeluarkan cahaya, cahaya yang dikeluarkan bukan peristiwa pengfosforan (Fosforesensi) melainkan disebabkan oleh peristiwa kimia (Oksidasi).
INTERFERENSI DAN DIFRAKSI.
1. Interferensi Cahaya.
Definisi : Perpaduan dua atau lebih sumber cahaya sehingga menghasilkan keadaan yang lebih terang (interferensi maksimum) dan keadaan yang gelap (interferensi minimum).
Syarat : Cahaya tersebut harus koheren.
Koheren : Dua sumber cahaya atau lebih yang mempunyai frekwensi, amplitudo dan beda fase yang tetap.
Untuk mendapatkan cahaya koheren dapat digunakan beberapa metode :
a. Percobaan cermin Fresnell.
b. Percobaan Young.
c. Cincin Newton.
d. Interferensi cahaya pada selaput tipis.
Ada dua macam interferensi cahaya :
Ø Interferensi maksimum : Pada layar didapatkan garis terang apabila beda jalan cahaya antara celah merupakan bilangan genap dari setengah panjang gelombang.
Ø Interferensi minimum : Pada layar didapatkan garis gelap apabila beda jalan antara kedua berkas cahaya merupakan bilangan ganjil dari setengah panjang gelombang.
a. Percobaan Cermin Fresnell.
clip_image038
Fresnell menggunakan dua cermin datar yang ujung-ujungnya diletakkan satu sama lain sehingga membentuk sebuah sudut yang mendekati 1800.
Sinar dari S dipantulkan oleh cermin I seolah-olah berasal dari S1 dan oleh cermin II seolah-olah S2.
Bila P adalah garis gelap ke k di sebelah M, maka :


clip_image040 = (2k-1)clip_image042l

Bila P adalah garis terang ke k setelah garis terang pusat M, maka :


clip_image044 = (2k)clip_image042[1]l
Untuk k = 1,2,3,…n
Keterangan :
p = Jarak terang pusat ke garis gelap pada layar (PM).
d = Jarak antara sumber cahaya (S1 dan S2).
l = Jarak sumber cahaya ke layar.
l = Panjang gelombang cahaya yang dipergunakan..
b Percobaan Young.
clip_image046
Sumber cahaya yang monokromatik dilewatkan suatu celah yang sempit S kemudian diteruskan melalui celah S1 dan S2.
S1 dan S2 berlaku sebagai dua buah sumber cahaya garis yang sejajar dan koheren yang baru.
Penyelesaian yang berlaku sama halnya dengan percobaan cermin Fresnell.


d sina = (2k-1) clip_image042[2]l
Untuk min/gelap


d sina = (2k) clip_image042[3]l
Untuk max/terang
Karena a kecil sekali maka sin a »clip_image048, sehingga :


clip_image040[1] = (2k-1)clip_image042[4]l
Untuk min/gelap
clip_image044[1] = (2k)clip_image042[5]l
Untuk max/terang
Harga k = 1,2,3,4,…n
Keterangan :
S = Sumber utama yang koheren.
S1 = Sumber koheren 1
S2 = Sumber koheren 2
d = Jarak antara sumber S1 dan S2.
p = Jarak interferensi.
l = Jarak antara sumber dan layar.

c Cincin Newton.
clip_image050
Bila cahaya dijatuhkan pada susunan lensa plankonveks yang diletakkan diatas kaca, karena diantara lensa dan kaca terdapat lapisan udara yang bertindak sebagai selaput tipis, cahaya tersebut akan mengalami interferensi. Bila cahaya yang dijatuhkan berupa cahaya monokromatik, maka di permukaan datar lensa plankonveks terlihat cincin gelap (minimum) dan terang (maksimum). Tetapi bila yang dijatuhkan sinar polikromatik akan terlihat cincin berwarna. Cincin yang terlihat ini dinamakan cincin Newton.
Untuk menentukan gelap dan terang digunakan rumus :
Terang (max) : rk2 = clip_image052R(2k + 1) l
Gelap (min) : rk2 = R(k) l
Harga k = 0,1,2,3,…n

d. Interferensi Pada Lapisan Tipis.
clip_image054
Cahaya mengenai lapisan tipis dengan sudut datang i maka :
Ø Sebagian dipantulkan langsung (gambar garis H) dan dilewatkan pada sebuah lensa positif dan difokuskan di P.
Ø Sebagian dibiaskan, yang akan dipantulkan kembali ke permukaan yang dilewatkan pada sebuah lensa positif (gambar garis C) sehingga difokuskan di P.
Ø Berkas cahaya di P merupakan hasil interferensi berkas cahaya yang dipantulkan langsung (H), dan berkas cahaya yang mengalami pembiasan dahulu, kemudian baru dipantulkan (C).
Dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada peristiwa :
* Warna-warna cahaya yang dipantulkan oleh buih sabun.
* Warna-warna cahaya yang dipantulkan oleh lapisan minyak di atas permukaan air.
R U M U S.
  1. Selisih jalan yang dilalui oleh berkas cahaya (H) dan Cahaya (C) adalah :


X = n9 (AB+BC) – n (AH) = 2 n9 d cos r
2. Interferensi maksimum (terang)
Titik P akan merupakan titik terang jika :


2 n9 d cos r = (2k + 1)clip_image056l
3. Interferensi minimum (gelap)
Titik P akan merupakan titik gelap jika :


2 n9 d cos r = (2k)clip_image056[1]l
2 Difraksi Cahaya (Lenturan Cahaya).
Definisi : Peristiwa pembelokan arah sinar jika sinar tersenut mendapat halangan.
Penghalang yang dipergunakan biasanya berupa kisi, yaitu celah sempit.
Macam-macam difraksi (lenturan cahaya).
a Difraksi Pada Celah Tunggal.
clip_image058
Seberkas cahaya dilewatkan pada celah sempit, cahaya yang keluar di belakang celah akan menjalar dengan arah seperti pada gambar.
Disini terlihat bahwa cahaya selain diteruskan juga dibelokkan.

Difraksi Juga Akan Menimbulkan Interferensi.
clip_image060
Hal ini dapat kita kembali pada percobaan Young.
Selisih beda lintasan sinar SA dan SB dapat ditulis SA – SB = d sin u
Oleh karena itu interferensi maksimum (garis terang) terjadi :
SA – SB = (2k + 1) clip_image056[2]l
atau
d sin u = (2k + 1) clip_image056[3]l
SA – SB = (2k) clip_image056[4]l
atau
d sin u = (2k) clip_image056[5]l
Interferensi minimum (garis gelap) terjadi :
Keterangan :
d = Lebar celah
u = Sudut deviasi (difraksi)
k = Orde difraksi (0,1,2,3,….n)
l = Panjang gelombang cahaya yang dipakai.
b Difraksi Pada Kisi.
Kisi adalah kepingan kaca yang digores, menurut garis sejajar sehingga dapat bekerja sebagai celah yang banyak jumlahnya.
d = clip_image062
Jika N menyatakan banyak garis per satuan panjang (misal cm) maka tetapan kisi adalah kebalikan dari N.
Cahaya yang lewat pada kisi dilewatkan lagi pada lensa positif, kemudian baru mengenai layar.
Gambar.
clip_image064
Bila titik P pada layar terlihat garis terang, maka :


d sin q = 2n.clip_image066 l
Bila titik P pada layar terlihat garis gelap, maka :


d sin q = (2n + 1).clip_image066[1] l
Harga n adalah : 0,1,2,3,4,…n.
Ada 2 macam bentuk difraksi yang perlu diketahui, yaitu :
Ø Difraksi Fraunhoffer : Bila benda dan layar terletak pada jarak tak terhingga.
Ø Difraksi Fresnell : Bila benda/layar atau keduanya terletak pada jarak berhingga dari celah.

POLARISASI CAHAYA (PENGKUTUBAN).
Kita ketahui bahwa cahaya merambat sebagai gelombang, namun cahaya termasuk dalam gelombang transversal atau longitudinal belum diketahui. Namun dengan peristiwa adanya polarisasi, maka dapat dipastikan bahwa cahaya termasuk dalam gelombang transversal, karena gelombang longitudinal tidak pernah mengalami polarisasi.
Polarisasi cahaya adalah : Pengkutuban daripada arah getar dari gelombang transversal. (Dengan demikian tidak terjadi polarisasi pada gelombang longitudinal).
clip_image068
Berkas cahaya yang berasal dari sebuah sumber cahaya, mempunyai arah getar bermacam-macam, sinar semacam ini disebut sinar wajar.
Bila sinar wajar ini dikenakan pada permukaan pemantulan, permukaan pemantulan mempunyai kecenderungan untuk memantulkan sinar-sinar yang arah getarnya sejajar dengan cermin. Sampai pada suatu sudut datang tertentu, hanya satu arah getar saja yang dipantulkan, yaitu arah getar yang sejajar bidang cermin. Sudut ini disebut sudut polarisasi dan sinar yang mempunyai satu arah getar saja disebut : sinar polarisasi atau cahaya terpolarisasi linier.
Cahaya terpolarisasi dapat terjadi karena :
a Peristiwa pemantulan.
b Peristiwa pembiasan.
c Peristiwa pembiasan ganda.
d Peristiwa absorbsi selektif.
a. Polarisasi Cahaya Karena Pemantulan.
clip_image070
Polarisasi linier terjadi bila cahaya yang datang pada cermin dengan sudut 570.
b. Polarisasi Cahaya Karena Pemantulan dan Pembiasan.
clip_image072
Polarisasi linier terjadi bila sinar pantul oleh benda bening dengan sinar bias membentuk sudut 900.
Rumus.
r + r9 = 900
ip = r9 ip + r = 900
r = 900 - ip
Menurut Hukum Snellius :
clip_image074 = clip_image076
clip_image078 = clip_image074[1]
clip_image080 = clip_image074[2]


tg ip = clip_image074[3]
Persamaan ini disebut : HUKUM BREWSTER.
Ditemukan oleh : David Brewster (1781-1868)
Keterangan :
ip = Sudut datang (sudut terpolarisasi)
N = Index bias udara
N9 = Index bias benda bening.





c. Polarisasi Cahaya Karena Pembiasan Ganda.
clip_image081
1
2
Sinar (1) = Sinar istimewa
Karena tidak mengikuti hukum snellius (hukum pembiasan)
Sinar (2) = Sinar biasa
Karena mengikuti hukum Snellius.
Pembiasan berganda ini terjadi pada kristal :
- Calcite
- Kwarsa
- Mika
- Kristal gula
- Kristal es.
d. Polarisasi Cahaya Karena Absorbsi Selektif.
clip_image083
Suatu cahaya tak terpolarisasi datang pada lembar polaroid pertama disebut POLARISATOR, dengan sumbu polarisasi ditunjukkan oleh garis-garis pada polarisator. Kemudian dilewatkan pada polaroid kedua yang disebut ANALISATOR. Maka intensitas sinar yang diteruskan oleh analisator I, dapat dinyatakan sebagai :
I = I0 cos2 q

Dengan I0 adalah intensitas gelombang dari polarisator yang datang pada analisator.
Sudut q adalah sudut antara arah sumbu polarisasi dan polarisator dan analisator.
Persamaan di atas dikenal dengan HUKUM MALUS, diketemukan oleh Etienne Louis Malus pada tahun 1809.
Dari persamaan hukum Malus ini dapat disimpulkan :
1. Intensitas cahaya yang diteruskan maksimum jika kedua sumbu polarisasi sejajar (q = 00 atau q = 1800).
2. Intensitas cahaya yang diteruskan = 0 (nol) (diserap seluruhnya oleh analisator) jika kedua sumbu polarisasi tegak lurus satu sama lain.


PEMUTARAN BIDANG GETAR.
clip_image085
Berkas cahaya yang melalui polarisator dan analisator, diantara polarisator dan analisator diletakkan tabung yang diisi larutan, maka larutan yang ada dalam tabung akan memutar bidang getarnya.
Besarnya sudut putaran larutan ditentukan oleh :
a Panjang larutan yang dilalui.
b Konsentrasi larutan.
c Panjang gelombang cahaya yang dipakai.
q2 - q1 = 0,1 [c.l.s]
q2 - q1 = Besar sudut putaran larutan gula.
c = Konsentrasi larutan gula.
l = Panjang larutan gula.
s = Sudut putaran jenis larutan gula.
Larutan yang dapat memutar bidang getar biasanya larutan yang mengandung unsur C (Carbon) yang asimetris.
RAMALAN RAYLEIGH MENGENAI HAMBURAN CAHAYA.
Rayleigh menyatakan : Bahwa gelombang cahaya dengan panjang gelombang pendek lebih banyak dihamburkan daripada gelombang cahaya dengan panjang gelombang yang panjang.
FOTOMETRI (PENGUKURAN CAHAYA).
Fotometri adalah : Suatu ilmu yang mempelajari teknik illuminasi (penerangan)
Dalam fotometri dikenal besaran-besaran :
a FLUX CAHAYA (F)
Definisi : Energi cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya per detik.
Satuan : Lumen.
b INTENSITAS CAHAYA (I)/KUAT CAHAYA.
Definisi : Flux cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya per detik.
Rumus : I = clip_image092
Satuan : Lilin atau Kandela atau clip_image094
Untuk bola : Dv = 4p
Maka : F = 4pI
c KUAT PENERANGAN (E).
Definisi : Fluks cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya per satuan luas bidang yang menerima cahaya tersebut
Rumus : E = clip_image096 menurut LAMBERT.
Keterangan : E = kuat penerangan (LUX)

d = jarak

I = kuat cahaya
Satuan : clip_image098 = Lux
1 LUX adalah Kuat penerangan suatu bidang, dimana tiap-tiap m2 didatangi oleh flux cahaya 1 Lumen.
Untuk bola : E = clip_image100 = clip_image102
= clip_image104. cos q
penjelasan : E = clip_image106 = clip_image104[1]
E = clip_image108
d FOTOMETER.
Definisi : Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas sumber cahaya, dan prinsipnya membandingkan kuat penerangan (E) dari sumber cahaya yang hendak diukur.
Bila kuat penerangan kedua sumber cahaya S1 dan S2 sama, berlaku :
ES1 = ES2 maka I1 : I2 = R12 : R22
e PENCAHAYAAN.
Pencahayaan tidak sama dengan kuat penerangan.
P = E . t P = Pencahayaan

E = Kuat penerangan

t = waktu
f TERANG CAHAYA.
e = clip_image110 e = terang cahaya

I = Kuat cahaya

A = Luas (cm2)
Satuan e = stilb. 1 stilb = 1 kandela/cm2
=========o0o=========

LATIHAN OPTIKA FISIS.
a Dispersi.
1. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada kaca flinta dengan sudut datang 300. Berapa besarnya sudut antara sinar merah dan sinar lembayung yang dibiaskan di dalam kaca tersebut ? nm = 1,62 nl = 1,64 (149).
2. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada kaca kerona dengan sudut datang 450. nm = 1,51 ; nl = 1,52. Sudut dispersi antara sinar merah dan sinar lembayung yang dibiaskan di dalam kaca tersebut adalah…….. (129).
3. Seberkas sinar putih kita datangkan ke permukaan air dengan sudut datang 600. Bila index bias untuk sinar merah dan sinar ungu masing-masing 1,33 dan 1,35. Berapa selisih sudut bias kedua sinar tersebut dalam air ? (0,7240).
4. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada kaca planparalel dengan sudut datang 300. Tebal kaca itu 10 cm. Berapakah jarak antara sinar merah dan sinar lembayung yang keluar dari kaca ? nm = 1,62 nl = 1,64 (0,4 mm).
5. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada sebuah prisma karbondisulfida dengan sudut datang 300. Bila sudut pembias prisma 300. Berapakah dispersinya ? nm = 1,62 nv = 1,65 (Deviasi semua sinar tidak minimum) (599).
6. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada salah satu bidang sisi prisma kaca flinta dengan sudut datang 450. nm = 1,6 ; nl = 1,64. Bila sudut pembias prisma 300 dan deviasi semua sinar dianggap tidak minimum. Maka sudut dispersi antara sinar merah dan lembayung adalah ……. (389).
7. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada prisma gelas yang sudut pembiasnya 600. Bila dianggap bahwa semua sinar mengalami deviasi minimum, berapakah dispersinya ? nm = 1,62 ; nv = 1,64 (10 589).
8. Suatu berkas sinar putih kita datangkan pada prisma kaca yang sudut pembiasnya 450. Bila dianggap semua sinar mengalami deviasi minimum sedangkan nm = 1,51 ; nu = 1,53. Berapakah sudut dispersinya ? (1,0780).
9. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada prisma kaca kerona. Bila sudut pembias prisma 100 dan sinar merah mengalami deviasi minimum, berapakah dispersinya ? nm = 1,51 ; nl = 1,52
(79).



b Prisma Akromatik.
10. Orang hendak menggabungkan sebuah prisma kaca kerona dengan sudut pembias 150 dengan sebuah prisma kaca flinta sehingga menjadi prisma gabungan prisma yang akromatik.
a. Berapakah besarnya sudut pembias prisma kaca flinta ? (7,50).
b. Berapakah deviasi prisma gabungan itu ? (30).
Untuk kaca kerona : nv = 1,53 nm = 1,51
Untuk kaca flinta : nv9 = 1,66 nm9 = 1,62
11. Sebuah prisma akromatik, terdiri dari prisma kaca kerona (nm = 1,51 ; nl = 1,54) yang diletakkan pada prisma kaca flinta (nm = 1,60 ; nl = 1,64) Bila sudut pembias prisma kerona 80, maka sudut pembias prisma flinta………dan deviasi gabungannya adalah……. (60 dan 0,480).
12. Sebuah prisma dari kaca flinta dengan sudut pembias 80 hendak digabungkan pada prisma kerona demikian sehingga sinar-sinar hijau melalui susunan prisma itu tanpa mengalami pembiasan. Berapakah sudut pembias prisma kerona ? Berapakah dispersinya ? Kaca kerona nm = 1,51 nh = 1,52 nv = 1,53
Kaca flinta nm = 1,60 nh = 1,62 nv = 1,64
(90 329 dan 89).
13. Suatu prisma lempang untuk sinar hijau terbuat dari kaca kerona dan kaca flinta. Untuk kerona nh = 1,521 ; untuk flinta nh = 1,62. Bila sudut pembias untuk kaca kerona 100, berapakah sudut pembias untuk kaca flinta ? (8,40).
c Aberasi kromatik dan lensa kromatik.
14. Sebuah lensa positif mempunyai jarak titik api 25 cm untuk sinar merah. Berapakah jarak titik apinya untuk sinar violet. Nm = 1,60 nv = 1,64 (23,44 cm).
15. Sebuah lensa plankonveks mempunyai jarak titik api 20 cm untuk sinar merah. Berapa jarak antara titik api sinar merah dan titik api sinar lembayung bila nm = 1,74 dan nl = 1,81 ? (1,73).
16. Sebuah lensa positif mempunyai jarak titik api untuk sinar merah. nm = 1,60 nl = 1,64. Berapakah jarak antara titik api merah dan titik api lembayung ? (0,625).
17. Sebuah benda berada 16 cm didepan lensa positif. Jarak titik api untuk sinar merah 12 cm. Bila nm = 1,74 dan nu = 1,81. Berapakah jarak antara bayangan merah dan bayangan ungu yang terbentuk ? (13,176 cm).
18. Sebuah benda berada di sumbu utama, 2 dm dimuka lensa negatif yang mempunyai jarak titik api 3 dm untuk sinar merah. Berapakah jarak antara bayangan merah dan bayangan violet benda itu ? nm = 1,74 nv = 1,81 (4 mm).





19. Sebuah lensa akromatik terdiri dari sebuah lensa bi-konveks setangkup dari kaca kerona yang dilekatkan pada lensa cekung dari kaca flinta. Jari-jari kelengkungan yang bersamaan 4 dm. Berapakah jari-jari kelengkungan yang lain ?
Berapakah jarak titik api susunan lensa itu ?
Kaca kerona nm = 1,51 nv = 1,53
Kaca flinta nm = 1,60 nv = 1,64 (tak berhingga ; 9,25 dm).
20. Sebuah lensa akromatik terdiri dari sebuah lensa bikonveks yang setangkup dari kaca kerona (nm = 1,51 nv = 1.53) yang dilekatkan pada lensa negatif dari kaca flinta (nm = 1,74 nv = 1,81). Bila jari-jari kelengkungan yang bersamaan 2 dm, maka jari-jari kelengkungan yang lain………… (4,7 dm).
Jarak titik api susunan lensa tersebut adalah………………… (3,35 dm).
d Interferensi.
21. Untuk menentukan panjang gelombang sinar merah dilakukan percobaan interferensi dengan cerim Fresnel. Jarak antara kedua sumber cahaya maya satu sama lain 0,3 mm. Jarak tegak lurus antara kedua sumber cahaya maya sampai tabir 1,5 m. Bila jarak antara garis terang pusat yang tertangkap pada tabir dengan garis-garis terang I di sebelah menyebelahnya 3,5 mm, berapakah panjang gelombang sinar tersebut ?
(700 mm).
22. Pada percobaan interferensi dengan cermin Fresnel digunakan cahaya dengan panjang gelombang 589 mili mikron. Jarak antara sumber cahaya maya sampai tabir 50 cm. Jarak antara garis terang pusat dan garis terang ke I yang tampak pada layar sebesar 2,945 mm. Berapa jarak antara kedua sumber cahaya maya tersebut ?
(0,01 cm).
23. Dua buah celah terletak terpisah pada jarak 0,2 mm disinari oleh cahaya monokromatik. Layar ditempatkan 1 m dari celah. Garis terang ke-3 yang tampak pada layar berjarak 7,5 mm dari garis terang pusat. Bila 1 Angstrom = 10 –10 m, berapakah panjang gelombang yang digunakan dalam Angstrom. (5000clip_image112).
24. Suatu berkas sinar kuning sejajar dengan panjang gelombang 6000 Angstrom didatangkan tegak lurus pada permukaan datar suatu lensa plan-konveks yang terletak dengan permukaan cembunganya pada sebuah kaca planparalel. Jari-jari kelengkungan lensa 40 cm. Berapakah jari-jari lingkaran gelap yang ke-40 yang tampak pada pemantulan susunan tersebut ? (0,31 cm).
e Polarisasi Cahaya.
25. Berapa sudut polarisasi suatu sinar yang dijatuhkan pada kaca kerona dengan indeks bias 1,52 ? (56,660).
26. Sebuah sakharimeter mempunyai tabung yang panjangnya 25 cm yang berisi larutan gula pasir. Bila digunakan sinar natrium pemutaran bidang polarisasinya 200. Berapakah konsentrasi larutan ? (12%).




27. Antara dua polarisator yang disusun bersilangan dipasang sebuah polarisator lain demikian sehingga membuat sudut 450 dengan sumbu polarisator yang pertama. Kemudian didatangkan suatu berkas sinar cahaya tak terkutub melalui susunan tersebut. Berapa % banyaknya tenaga cahaya yang diteruskan oleh susunan itu ?
(12,5 %).
28. Sebuah sakharimeter mempunyai tabung yang panjangnya 20 cm dan berisi larutan gula pasir dengan kepekatan 10 %. = 66,5 %. Pemutaran bidang polarisasinya bila digunakan sinar natrium ialah……… (13,30).
29. Antara dua buah polarisator yang disusun beriring dengan sumbunya sejajar satu sama lain dipasang sebuah polarisator lain demikian sehingga membentuk sudut 600 dengan sumbu polarisator yang pertama. Banyaknya tenaga suatu berkas sinar cahaya tak terkutub yang diteruskan oleh susunan tersebut adalah…… (1/32 bagian).
30. Tiga buah kaca polarisator planparalel disusun berturut-turut demikian sehingga sumbu polarisator yang depan dan yang tengah sejajar satu sama lain, sedang sumbu polarisator yang belakang bersilangan dengan sumbu polarisator yang depan. Berapa derajat sumbu polarisator yang tengah harus diputar searah dengan arah putaran jarum jam supaya tenaga sinar cahaya tak terkutub yang masuk hanya diteruskan 1/25 bagian saja ? (550 549).